Paypal adalah alat pembayaran online yang digunakan untuk bertransaksi secara Internasional. Paypal mirip dengan rekening bank yang dapat diisi saldo dan dapat di transfer hanya saja berbentuk virtual.
Senin, 23 Oktober 2017
Senin, 17 Juli 2017
Pengertian, Sifat, dan Fungsi Kepramukaan
I. PENDAHULUAN
Sebagai anggota Gerakan Pramuka, kita harus mengerti dan memahami apa hakekat kepramukaan itu dan menghayati bagaimana pelaksanaan kepramukaan itu ada dalam Gerakan Pramuka.
Dengan memahami dan menghayati kepramukaan itu diharapkan dapat bersikap dan bertindak sesuai dengan hakekat kepramukaan itu.
Apakah kepramukaan itu ?
Sejarah Singkat Gerakan Pramuka
I. PENDAHULUAN.
Pendidikan kepramukaan di Indonesia merupakan salah satu segi pendidikan nasional yang penting, yang merupakan bagian dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, sejarah kepramukaan di Indonesia perlu kita pelajari, yaitu dengan maksud:
1. Agar mengetahui proses pembentukan dan perkembangan Gerakan Pramuka dan mengetahui pula peranan apa yang dilakukan dalam perjuangan Bangsa Indonesia.
2. Agar mengetahui dan menginsyafi kedudukan Gerakan Pramuka dalam hubungan dengan sejarah perjuangan Bangsa Indonesia.
3. Agar dapat memahami kebijaksanaan dalan menyelenggarakan usaha pendidikan kepeamukaan di Indonesia.
Sejarah Singkat Gerakan Kepramukaan Sedunia
I. PENDAHULUAN.
Untuk dapat memahami hakekat kepramukaan, kita perlu mempelajari sejarah berdirinya dan berkembangnya Gerakan Kepramukaan Sedunia. Kalau kita mempelajari sejarah pendidikan kepramukaan, kita tidak dapat lepas dari riwayat hidup pendiri Gerakan Kepramukaan Sedunia, Lord Robert Baden Powell of Giwell.
Hal ini di sebabkan karena pengalaman hidup beliaulah yang mengilhami beliau untuk mengeluarkan gagasannya mengenai pembinaan para remaja di negeri Inggris. Pembinaan remaja inilah yang kemudian tumbuh berkembang menjadi Gerakan Kepramukaan Sekarang.
II. PENGALAMAN BODEN POWELL.
Boden Powell lahir pada tanggal 22 Februari 1857 di London. Namanya sesungguhnya Robert Stephenson Smyth, ayahnya seorang Profesor Geometry di Universitas Oxford, bernama Baden Powell, yang meninggal ketika Stephenson masih kecil.
Pengalaman-pengalaman Baden Powell sejak kecil yang berpengaruh pada adanya kegiatan kepramukaan banyak sekali dan cukup menarik, di antaranya:
- Ditinggal bapak sejak kecil, dan mendapatkan pembinaan watak dari ibunya.
- Latihan kepramukaan berlayar, berenang, berkemah, olahraga, dan lain-lainnya didapat dari kakak-kakaknya.
- Baden Powell sangat disenangi teman-temannya karena selalu gembira, lucu, cerdas, suka main musik, bersandiwara, berolahraga, mengarang, dan menggambar.
- Pengalaman di India sebagai Pembantu Letnan pada resimen 13 Kavaleri yang berhasil mengikuti jejak kuda yang hilang, dan diketemukan di puncak gunung, serta keberhasilan melatih panca indra kepada Kimball-O'Hara.
- Pengalaman terkepung bangsa Boer di kota Mafeking, Afrika Selatan selama 127 hari, dan kekurangan makanan.
- Pengalaman mengalahkan kerajaan Zulu di Afrika dan mengambil kalung manik kayu milik Raja Dinizulu.
Pengalaman tersebut di tulisnya menjadi sebuah buku berjudul "Aids To Scouting", yang sebenarnya memberi petunjuk kepada tentara muda Inggris agar dapat melakukan tugas penyelidik dengan baik. Buku ini sangat menarik, tidak hanya bagi para pemuda bahkan juga orang dewasa.
Tn. William Smyth sebagai seorang pemimpin Boys Brigade di Inggris minta agar BP melatih anggotanya sesuai dengan ceritera pengalaman beliau itu. Maka dipanggillah 21 orang pemuda dari Boys Brigade di berbagai Wilayah Negeri Inggris, di ajak berkemah dan berlatih di Pulau Brownsea pada tanggal 25 Juli 1907 selama 8 hari.
Tahun 1910 BP minta pensiun dari tentara dengan pangkat terakhir Letnan Jendral. Beliau mendapat title Lord dari Raja George pada tahun 1929. BP menikah dengan Olave St Claire Soames pada tahun 1912, dan di anugerahi 3 orang anak. BP meninggal pada tanggal 8 Januari 1941 di Nyeri, Kenya, Afrika.
III. SEJARAH KEPRAMUKAAN SEDUNIA.
1. Pada awal tahun 1908 BP selalu menulis cerita pengalamannya sebagai bungkus acara latihan kepramukaan yang dirintisnya. Kumpulan tulisannya itu kemudian di terbitkan sebagai buku "Scouting for Boys".
Buku itu cepat tersebar keseluruh negeri Inggris, bahkan negara-negara lainnya, dan berdirilah di mana-mana organisasi kepramukaan (yang semula hanya untuk laki-laki berusia penggalang) yang disebut Boy Scout.
2. Kemudian disusul berdirinya organisasi Kepramukaan putri yang diberi nama Girl Guides atas bantuan Agnes, adik perempuan Baden Powell, dan kemudian diteruskan oleh Ny. Baden Powell
3. Tahun 1916 berdiri kelompok Pramuka usia siaga, yang disebut CUB (anak-serigala) dengan Buku The Jungle Book, berisi ceritera tentang MOWGLI anal didikan rimba (anak dipelihara di hutan oleh induk serigala) karangan Rudyard Kipling sebagai ceritera pembungkus CUB tersebut.
4. Tahun 1918 BP membentuk ROVER SCOUT (Pramuka Usia Penegak) untuk menampung mereka yang sudah lewat usia 17 tahun, tetapi masih senang giat di bidang kepramukaan. Tahun 1922 BP menerbitkan buku ROVERING TO SUCCESS (Mengembara Menuju Bahagia) yang berisi petunjuk bagi para Pramuka Penegak dalam menghadapi hidupnya, agar mencapai kebahagiaan.
Buku ini menggambarkan seorang pemuda yang harus mengayuh sampannya sendiri menuju pantai bahagia.
Di hadapannya terdapat karang-karang yang berbahaya, yaitu:
a. Karang Perjudian
b. Karang Wanita
c. Karang Minuman Keras dan Merokok
d. Karang mementingkan diri sendiri dan mengorbankan orang lain (munafik)
e. Karang Tidak BerTuhan.
5. Tahun 1920 diselenggarakan Jambore Sedunia, di arena Olympia, London. BP telah mengundang Pramuka dari 27 Negara, dan pada saat itu BP diangkat sebagai Bapak Pandu Sedunia (Chief Scout Of The World).
- Tahun 1924 Jambore II di Ermelunden, Copenhagen, Denmark.
- Tahun 1929 Jambore III di Arrow Park, Birkenhead, Inggris.
- Tahun 1933 Jambore IV di Godollo, Budapest, Hongaria.
- Tahun 1937 Jambore V di Vogelenzang, Bloemendaal, Belanda.
- Tahun 1947 Jambore VI di Moisson, Perancis.
- Tahun 1951 Jambore VII di Salz Kamergut, Austria.
- Tahun 1955 Jambore VIII di Ontario, Canada.
- Tahun 1957 Jambore IX di Sutton Park, Sutton Coldfild, Inggris.
- Tahun 1959 Jambore X di Makiling, Philipine.
- Tahun 1963 Jambore XI di Marathon, Yunani.
- Tahun 1967 Jambore XII di Idaho, Amerika Serikat.
- Tahun 1971 Jambore XIII di Asagiri, Jepang.
- Tahun 1975 Jambore XIV di Lillehammer, Norwegia.
- Tahun 1979 Jambore yang seharusnya di Neishaboor, Iran tetali dibatalkan.
- Tahun 1983 Jambore XV di Kananaskis, Alberta, Canada.
6. Pada tahun 1914 BP mulai menulis petunjuk untuk Pembina Pramuka. Rencana ini baru dapat di laksanakan mulai tahun 1919. Dari sahabatnya yang bernama W.P de Bois Mac Lerene, BP mendapat sebidang tanah di Chingford, yang digunakan sebagai tempat pendidikan Pembina Pramuka. Tempat ini terkenal dengan GILWELL PARK.
7. Sejak tahun 1920 dibentuk Dewan Internasional dengan 9 orang anggota dan Biro Sekretarisnya yang berada di London, Inggris.
Pada tahun 1958 Biro Kepramukaan Sedunia (putera) dipindahkan ke Ottawa, Canada.
Tanggal 1 Mei 1968 Biro Kepramukaan Sedunia (putera) dipindahkan lagi ke Geneva, di Swiss. Sejak tahun 1920 sampai 1965 Kepala Biro Kepramukaan dipegang berturut-turut oleh Huber Martin (Inggris), Kolonel J.S. Wilson (Inggris), Mayjen D.C. Spry (Canada).
Tahun 1965 D.C. Spry diganti R.T. Lund, dan pada tanggal 1 Mei 1968 diganti oleh DR. Laszo Nagy sebagai Sekjen.
Biro kepramukaan Sedunia (putera) hanya mempunyai 40 orang tenaga staf, yaitu ada di Geneva dan di 5 kantor Kawasan, yaitu di Costa Rica, Mesir, Philipine, Swiss dan Nigeria.
Biro Kepramukaan Sedunia Puteri sampai sekarang tetal berada di London, dan juga mempunyai kantor di lima kawasan, yaitu Eropa, Asia Pasifik, Arab. Afrika dan Amerika Latin.
Jumat, 14 Juli 2017
Apresiasi Sastra 2
1. Resensi Buku Sastra (novel, kumpulan cerpen, drama)
Resensi buku sastra adalah tulisan yang berupa ulasan yang bersifat informatif mengenai pertimbangan mutu, baik atau buruknya sebuah buku sastra. Tulisan resensi bertujuan memberikan rangsangan kepada pembaca agar membaca buku yang dimaksudkan.
Hal-hal yang dikemukakan dalam tulisan resensi :
Apresiasi Sastra 1 (Prosa dan Puisi)
1. PROSA
Karya prosa adalah karangan yang bersifat pmbeberan. Karya prosa yang bersifat fiksi misalnya cerpen, novel, naskah drama. Untuk memahami karya sastra ini biasanya dilakukan dengan memahami unsur intrisik dan eksintrik yang dikandungnya.
Unsur intrisik cerpen, novel, naskah drama:
Selasa, 07 Maret 2017
Pengertian dan Contoh-Contoh Peribahasa
Peribahasa ialah ungkapan atau susunan kalimat ringkas, padat yang berisi perbandingan, nasehat, perumpamaan, prinsip hidup, atau aturan-aturan tingkah laku dalam aktifitas sehari-hari.
1. Ada gula ada semut.
Dimana saja banyak rezeki, maka banyak pula orang-orang yang datang.
Dimana saja banyak rezeki, maka banyak pula orang-orang yang datang.
2. Ada uang abang sayang, tak ada uang mela-yang.
Mau enak sendiri.
Mau enak sendiri.
3. Ada sama dimakan, tak ada sama ditahan.
Sama-sama mau merasakan sehidup semati
Sama-sama mau merasakan sehidup semati
4. Adat pasang turun naik.
Keadaan di dunia bersifat sementara.
Keadaan di dunia bersifat sementara.
5. Air ada pasang surutnya.
Nasib seseorang tidak selalu tetap, tetati silih berganti.
Nasib seseorang tidak selalu tetap, tetati silih berganti.
6. Air jernih ikannya jinak.
Suatu negara yang teratur, maka rakyatnya akan hidup tenang.
Suatu negara yang teratur, maka rakyatnya akan hidup tenang.
7. Air susu dibalas dengan air tuba.
Perilaku baik dibalas dengan kejahatan.
Perilaku baik dibalas dengan kejahatan.
8. Air tenang biasanya menghanyutkan.
Orang yang pendiam biasanya banyak pengetahuannya.
Orang yang pendiam biasanya banyak pengetahuannya.
9. Air tenang menghanyutkan
Biar sulit pekerjaan itu, tetapi dikerjakan dengan sungguh-sungguh tentu berhasil.
Biar sulit pekerjaan itu, tetapi dikerjakan dengan sungguh-sungguh tentu berhasil.
10. Ambil pati buanglah ampasnya.
Diambil intisarinya saja.
Diambil intisarinya saja.
11. Angan-angan mengikat tubuh.
Punya cita-cita, tetapi tidak pernah dikerjakan.
Punya cita-cita, tetapi tidak pernah dikerjakan.
12. Anjing galak babi galak.
Sama-sama punya keberanian.
Sama-sama punya keberanian.
13. Asal ada, kecilpun ada.
Bila yang diharapkan sesuatu yang besar tidak ada, maka yang kecil bolehlah.
Bila yang diharapkan sesuatu yang besar tidak ada, maka yang kecil bolehlah.
14. Asing dibiduk kalang di letak.
Jawaban yang menyimpang jauh dari sesuatu yang ditanyakan
Jawaban yang menyimpang jauh dari sesuatu yang ditanyakan
15. Awak sakit, daging menimbun.
Berkata miskin ternyata kekayaannya menumpuk.
Berkata miskin ternyata kekayaannya menumpuk.
16. Ayam Berkokok hari kan siang.
Sudah nampak jelas tanda buktinya.
Sudah nampak jelas tanda buktinya.
17. Ayam hitam terbang malam.
Suatu perkara sulit dicari bukti-buktinya.
Suatu perkara sulit dicari bukti-buktinya.
18. Ayam lagas sekandang.
Pertengkaran antar keluarga sendiri.
Pertengkaran antar keluarga sendiri.
19. Ayam putih terbang siang.
Suatu perkara yang sudah nampak jelas dan cukup puka bukti-buktinya.
Suatu perkara yang sudah nampak jelas dan cukup puka bukti-buktinya.
20. Ayam tangkas mendapat cela.
Seseorang yang tangkas berpidato di muka umum.
Seseorang yang tangkas berpidato di muka umum.
21. Bagai air di daun talas.
Orang yang pendiriannya berubah-ubah (tidak punya pendirian tetap).
Orang yang pendiriannya berubah-ubah (tidak punya pendirian tetap).
22. Bagai aur dan duri.
Sangat rukun sekali.
Sangat rukun sekali.
23. Bagai ayam tak berinduk.
Keluarga yang terpecah belah, karena orang tuanya sudah meninggal dunia.
Keluarga yang terpecah belah, karena orang tuanya sudah meninggal dunia.
24. Bagai hujan jatuh ke pasir.
Nasehat yang baik tapi tidak membekas.
Nasehat yang baik tapi tidak membekas.
25. Bagai katak di bawah tempurung.
Pengetahuannya berkurang, karena tidak pernah bergaul.
Pengetahuannya berkurang, karena tidak pernah bergaul.
26. Bagai makan di daun pisang, habis makan piring dibuang.
Sebab jasanya dilupakan orang, sehingga kecewalah dia.
Sebab jasanya dilupakan orang, sehingga kecewalah dia.
27. Bagai bumi dan langit
Di antara dua hal yang sangat jauh perbedaannya.
Di antara dua hal yang sangat jauh perbedaannya.
28. Bagai kuku dengan daging.
Cinta kasih yang selalu erat.
Cinta kasih yang selalu erat.
29. Bagai menghitung bintang di langit.
Mengerjakan suatu pekerjaan yang tak berguna.
Mengerjakan suatu pekerjaan yang tak berguna.
30. Bagai parang bermata dua.
Mengambil keuntungan dari dua belah pihak.
Mengambil keuntungan dari dua belah pihak.
31. Bagai perahu tak berkemudi.
Suatu daerah (negara) yang tidak memiliki pemimpin
Suatu daerah (negara) yang tidak memiliki pemimpin
32. Bagai si cebol merindukan bulan.
Angan-angan yang mustahil terkabul.
Angan-angan yang mustahil terkabul.
33. Bahasa menunjukkan bangsa.
Baik dan buruknya seseorang bisa dilihat dari tindakannya.
Baik dan buruknya seseorang bisa dilihat dari tindakannya.
34. Baru dianjur sudah tertarung.
Baru saja disiapkan, tiba-tiba mendapat rintangan.
Baru saja disiapkan, tiba-tiba mendapat rintangan.
35. Belum di panjat asap kemenyan.
Masih bujangan (gadis).
Masih bujangan (gadis).
36. Belum duduk sudah mengujur.
Orang yang selalu nurut dalam menjalankan suatu pekerjaan.
Orang yang selalu nurut dalam menjalankan suatu pekerjaan.
37. Belut kena ranjau.
Orang yang sudah pandai dalam berbagai hal, tetapi masih dapat tertipu juga.
Orang yang sudah pandai dalam berbagai hal, tetapi masih dapat tertipu juga.
38. Berani malu, takut mati.
Melanggar suatu peraturan, akhirnya dia menyesal.
Melanggar suatu peraturan, akhirnya dia menyesal.
39. Berbenak di empu kaki.
Kurangnya memperhatikan baik buruknya sesuatu.
Kurangnya memperhatikan baik buruknya sesuatu.
40. Berenang di air dalam.
Orang kaya itu bisa berbuat sekehendaknya dengan harga yang dimilikinya.
Orang kaya itu bisa berbuat sekehendaknya dengan harga yang dimilikinya.
41. Berkata di bawah-bawah, mandi di hilir-hilir.
Sifat sombong dan acuh tak acuh jangan dipakai.
Sifat sombong dan acuh tak acuh jangan dipakai.
42. Berkayuh sambil kehilir.
Dalam waktu yang bersamaan bisa menyelesaikan beberapa tugas.
Dalam waktu yang bersamaan bisa menyelesaikan beberapa tugas.
43. Bermulut di mulut orang.
Tidak memiliki pendirian tetap.
Tidak memiliki pendirian tetap.
44. Bernasi di balik kerak.
Peristiwa yang masih perlu diselesaikan.
Peristiwa yang masih perlu diselesaikan.
45. Berunding dengan kartu terbuka.
Tidak menggunakan suatu penghalang.
Tidak menggunakan suatu penghalang.
46. Besar bungkus tak berisi.
Banyak bicara belum tentu pintar.
Banyak bicara belum tentu pintar.
47. Bintang gelap.
Sedang mengalami keasahan.
Sedang mengalami keasahan.
48. Bintang terang.
Hidupnya cukup baik.
Hidupnya cukup baik.
49. Buah hati pengarang jantung.
Orang yang selalu menjadi kesayangan.
Orang yang selalu menjadi kesayangan.
50. Buka kulit ambil isi.
Dengan hati terbuka
Dengan hati terbuka
51. Cacing hendak menjadi ular.
Orang yang tak mampu, tapi berlagak seperti orang kaya.
Orang yang tak mampu, tapi berlagak seperti orang kaya.
52. Cepat kaki ringan tangan.
Mudah disuruh dan bisa menyelesaikan tugas dengan sempurna.
Mudah disuruh dan bisa menyelesaikan tugas dengan sempurna.
53. Cinta buta.
Cintanya sungguh-sungguh tanpa berfikir ini dan itu (tidak memandang harta).
Cintanya sungguh-sungguh tanpa berfikir ini dan itu (tidak memandang harta).
54. Dahulu tima sekarang besi.
Dulu masih dapat diatur, tetapi sekarang tidak bisa.
Dulu masih dapat diatur, tetapi sekarang tidak bisa.
55. Dalam rumah membuat rumah.
Kepentingan pribadi yang diutamakan daripada kepentingan atasannya.
Kepentingan pribadi yang diutamakan daripada kepentingan atasannya.
56. Dari ujung turun ke sampan.
Pangkatnya diturunkan.
Pangkatnya diturunkan.
57. Dari semak ke belukar.
Pindah tempat yang sama-sama buruknya.
Pindah tempat yang sama-sama buruknya.
58. Di dengar ada dipakai tidak ada.
Kurang memperhatikan nasehat orang lain.
Kurang memperhatikan nasehat orang lain.
59. Dilihat rupa di makan rasa.
Suatu barang yang sudah dinyatakan sebenarnya.
Suatu barang yang sudah dinyatakan sebenarnya.
60. Dimana tidak ada rotan, akarpun berguna.
Tidak ada yang baik, maka yang kurang baikpun bisa dipakai.
Tidak ada yang baik, maka yang kurang baikpun bisa dipakai.
61. Duduk salah, tegak pun salah.
Serba salah.
Serba salah.
62. Emas tahan uji.
Orang yang mengerti dapat dipercaya segala tindakannya.
Orang yang mengerti dapat dipercaya segala tindakannya.
63. Enau mati tinggal di hutan.
Orang biasa meninggal, biasanya tidak menarik perhatian orang banyak.
Orang biasa meninggal, biasanya tidak menarik perhatian orang banyak.
64. Esa hilang dua terbilang.
Bertindak yang berani mati.
Bertindak yang berani mati.
65. Gajah dikalahkan oleh pelanduk.
Orang besar dikalahkan bawahannya.
Orang besar dikalahkan bawahannya.
66. Gajah terdorong karena gadingnya.
Para pembesar itu biasanya terdorong sebab jabatannya.
Para pembesar itu biasanya terdorong sebab jabatannya.
67. Gulai sedap nasi mentah.
Kurang bisa diterima oleh akal, sebab ada celanya.
Kurang bisa diterima oleh akal, sebab ada celanya.
68. Habis manis sepah dibuang.
Sesuatu yang tidak berguna biasanya ditinggalkan begitu saja.
Sesuatu yang tidak berguna biasanya ditinggalkan begitu saja.
69. Harimau menyembunyikan kuku.
Sekalipun mengerti, tetapi pura-pura tidak mengerti.
Sekalipun mengerti, tetapi pura-pura tidak mengerti.
70. Hati bagai baling-baling.
Pendiriannya kurang tenang.
Pendiriannya kurang tenang.
71. Hati tak lepas dendam tak salah.
Masih tidak sadar terhadap dirinya.
Masih tidak sadar terhadap dirinya.
72. Hidup segan mati tak mau, bagai kerakap di atas batu.
Kehidupan seseorang yang sangat menderita.
Kehidupan seseorang yang sangat menderita.
73. Hilang tak tentu rimbanya.
Hilang yang tidak tahu tempatnya.
Hilang yang tidak tahu tempatnya.
74. Hinggap bagai lungau, titik bagai hujan.
Peristiwa yang tidak terduga-duga.
Peristiwa yang tidak terduga-duga.
75. Ibarat beban lepas dari bahu.
Belum lepas dari tanggungan orang tua.
Belum lepas dari tanggungan orang tua.
76. Ikan dilaut asam di gunung bertemu dalam belanga.
Pertemuan suami istri yang asalnya berjauhan.
Pertemuan suami istri yang asalnya berjauhan.
77. Ingin hati memandang pulau, sampan ada, pengayuh tidak.
Ingin berbuat sesuatu tetapi sarananya tidak ada.
Ingin berbuat sesuatu tetapi sarananya tidak ada.
78. Jalan raya titian batu
Kebiasaan yang tidak mudah luntur.
Kebiasaan yang tidak mudah luntur.
79. Jaman beralih, musim bertukar.
Berkembang sesuai dengan keadaan.
Berkembang sesuai dengan keadaan.
80. Janji sampai, sukatan penuh.
Hingga titik darah penghabisan.
Hingga titik darah penghabisan.
81. Jangan dilawan buaya melawan.
Jangan menentang orang yang berharta.
Jangan menentang orang yang berharta.
82. Kalah jadi abu, menang jadi arang.
Dalam pertengkaran kalah atau menang, maka keduanya sama-sama menderita.
Dalam pertengkaran kalah atau menang, maka keduanya sama-sama menderita.
83. Kalau tiada angin, takkan pokok bergoyang.
Bila tiada sesuatu, mungkinkah ada kabar menyebar.
Bila tiada sesuatu, mungkinkah ada kabar menyebar.
84. Kepala sama berbulu, pendapat berlain-lain.
Kesenangan setiap orang tidak sama.
Kesenangan setiap orang tidak sama.
85. Laba sama dibagi, rugi sama dicacah.
Sama menanggung susah/senang.
Sama menanggung susah/senang.
86. Laksana janda baru bangun.
Wajahnya semakin cantik dan cukup menawan hati.
Wajahnya semakin cantik dan cukup menawan hati.
87. Lidah tiada bertulang.
Mudah mencela orang yang tidak pada tempatnya.
Mudah mencela orang yang tidak pada tempatnya.
88. Lintah darat.
Orang yang kebiasaanya memeras orang lain.
Orang yang kebiasaanya memeras orang lain.
89. Makan bubur panas-panas.
Menyelesaikan tugas cepat-cepat, tetapi hasilnya kurang memuaskan.
Menyelesaikan tugas cepat-cepat, tetapi hasilnya kurang memuaskan.
90. Masak diluar mentah didalam.
Lahirnya nampak baik, tetapi hatinya jahat.
Lahirnya nampak baik, tetapi hatinya jahat.
91. Masuk di telinga kanan, keluar di telinga kiri.
Kurang memperhatikan petunjuk orang lain.
Kurang memperhatikan petunjuk orang lain.
92. Manis mulutnya seperti santan.
Tampaknya baik, tetapi hatinya belum tentu.
Tampaknya baik, tetapi hatinya belum tentu.
93. Membuang garam ke laut.
Memberi orang kaya tiada gunanya.
Memberi orang kaya tiada gunanya.
94. Menari di ladang orang.
Bersenang-senang dengan harta orang lain.
Bersenang-senang dengan harta orang lain.
95. Mencabik kekurangan diri sendiri
Menunjukkan kekurangan diri sendiri
Menunjukkan kekurangan diri sendiri
96. Mencari jejak dalam air.
Berbuat seauatu yang janggal.
Berbuat seauatu yang janggal.
97. Menjemur sementara hari panas.
Berusaha selagi ada waktu yang baik.
Berusaha selagi ada waktu yang baik.
98. Menyinggung mata bisul orang.
Menyakiti pihak lain.
Menyakiti pihak lain.
99. Nasi sama ditanak, kerak sama dimakan.
Bekerja sama dan merasakan keuntungan bersama pula.
Bekerja sama dan merasakan keuntungan bersama pula.
100. Nyanyian seperti kumbang di jolok.
Nyanyian yang kurang enak didengar
Nyanyian yang kurang enak didengar
Penerbangan Angkasa Luar
Penerbangan angkasa luar adalah penerbangan pesawat antariksa ke ruang angkasa. Angkasa luar (outer space) Adalah ruang di luar atmosfer yang hampa udara . Ruang ini disebut antariksa. Pesawat yang digunakan untuk menyelidiki antariksa disebut pesawat antariksa, dengan tenaga pendorong pesawat berupa roket.
Satelit Pengamat Cuaca
Satelit cuaca melihat bumi dengan banyak cara. Jauh di atas permukaan planet ini, instrumen pada satelit itu menangkap radiasi yang tampak, radiasi inframerah, dan inframerah, dan mikrogelombang dari bumi di bawahnya.
Selain memberikan gambar-gambar visual, satelit mampu mengindra suhu di bumi, permukaan laut, dan berbagai tingkat atmosfer. Fungsi lainnya adalah mengukur kecepatan angin di atas samudra dan kelembapan di atmosfer.
Tipe-Tipe Konflik
Dalam dunia usaha terdapat berbagai bentuk konflik yang sering kita jumpai. Lebih-lebih sebagai seorang wirausahawan yang ulet dan gigih, dimana dalam berwirausaha adalah dunia yang penuh dengan persaingan untuk mencapai kepentingannya sendiri-sendiri.
Langganan:
Postingan (Atom)